en id

Berita

PERTEMUAN KOMITE AIRPORT EMERGENCY PLAN UNTUK ANTISIPASI KEADAAN DARURAT

31 Dec 2015

kembali ke list


Banjarbaru, Bandara Syamsudin Noor pada hari Selasa, 29 Desember 2015 menyelenggarakan rapat komite Airport Emergency Plan serta instansi terkait di ruang rapat Kayuh Baimbai. Hadir dalam rapat tersebut diantaranya Dinas Perhubungan, Air Navigation Indonesia, Pertamina, Kantor Kesehatan Pelabuhan, BASARNAS, TNI AU, Kepolisian, PMI Provinsi Kalimantan Selatan, dan lain sebagainya.

Rapat ini sendiri merupakan tindak lanjut dari pengesahan dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat (Airport Emergency Plan Document/AEP) Bandara Syamsudin Noor oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang menginstruksikan bahwasannya Bandara Syamsudin Noor bersama-sama dengan anggota komite berkewajiban untuk mendistribusikan dokumen AEP kepada seluruh anggota komite dan instansi terkait sesuai dengan daftar distribusi dokumen AEP, melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota komite dan instansi, hingga melaksanakan penanggulangan keadaan darurat.

General Manager, Handy Heryudhitiawan menyatakan "Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat adalah acuan untuk persiapan saat terjadinya keadaan saat terjadinya keadaan darurat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan sekitarnya serta pemulihan yang akan dilakukan setelah keadaan darurat terjadi. Untuk keadaan darurat, Airport Fire Fighting & Rescue Section selama jam operasi secara otomatis akan menanggapi keadaan darurat sesuai dengan ketentuan yang berlaku."

Dalam pertemuan tersebut masing-masing instansi juga berbagi informasi terkait saluran komunikasi masing-masing instansi yang dapat dipergunakan setiap saat hingga harapan bersama agar kegiatan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat dapat dilaksanakan rutin setiap bulannya.

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh perwakilan rumah sakit serta puskesmas yang menyatakan "Perwakilan rumah sakit & puskesmas di daerah-daerah sekitar bandara perlu dimasukan ke dalam komite Airport Emergency Plan agar dapat semakin menambah kekuatan kesehatan."

Dinas perhubungan melalui perwakilannya juga menyampaikan akan terus mendukung fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan.

Dari rapat tersebut dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya dokumen AEP akan selalu di update sesuai dengan perubahan baik dari organisasi maupun saluran komunikasi dari tiap instansi terkait, perlunya keterlibatan Corporate Secretary PT Angkasa Pura I dalam komite AEP untuk media handling, hingga pentingnya menentukan masa usia pakai dokumen AEP sebelum akhirnya dilaksanakan penyerahan dokumen tersebut kepada seluruh peserta yang hadir. (humas)