en id

Berita

Bandara Syamsuddin Noor Selenggarakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat

27 Jun 2014

kembali ke list


Banjarmasin - 96 orang dinyatakanmeninggal dunia, 18 luka berat, dan 6 orang luka ringan akibat kecelakaan BanuaAir Boeing 737-900 di Banjarmasin (25/06). Pesawat tersebut gagallepas landas akibat mati mesin danjatuh di ujung timur runway Bandara Syamsuddin Noor pukul 09.45 WITA. Melihatkejadian tersebut, petugas Air Traffic Controller (ATC) langsung membunyikan crash bell dan menghubungi petugas watch room dan airport fire fighting &rescue team (AFFR) untuk segera menuju lokasi kecelakaan. Tim rescue berusaha membuat jalurpenyelamatan untuk mengevakuasi dan melindungi penumpang dari jilatan api. 
Para personil bantuan yang terdiri dari personil SAR Banjarmasin, BrigadePemadam Kebakaran (BPK) Kota Banjar Baru, TNI AU Syamsuddin Noor, dan Polsek Banjarbarulangsung melakukan pertolongan dan evakuasi korban. Para korban tersebutdiperiksa dan diidentifikasi oleh Dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara SyamsuddinNoor untuk segera mendapatkan pertolongan lebih lanjut. 
Sementara itu di lokasi kejadian tim AFFR memastikan bahwa api telah padam.Tim SAR memastikan bahwa korban telah seluruhnya dievakuasi. Unit AviationSecurity (Avsec) Bandara Syamsuddin Noor melakukan pengamanan lokasi dibantuoleh TNI AU Lanud Syamsuddin Noor serta Polres dan Polsek Banjarbaru. Lokasikecelakaan tersebut diberi police linedan dijaga sampai Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) datanguntuk penyelidikan lebih lanjut.
Di tempat terpisah, dilaporkan telah terjadi kebakaran di salah satu gedungterminal keberangkatan akibat hubungan singkat arus listrik. Akibatnya, seorangpetugas airline pingsan karena menghirup asap kebakaran dan dievakuasi ke rumahsakit terdekat. Kebakaran tersebut berdampak pada sistem pelayanan airline (system down) sehingga mengakibatkansatu orang penumpang tertinggal dan menimbulkan keributan di depan counter check in. Sementara itu, petugascustomer service menerima ancaman bomdari pihak tak dikenal.
Kejadian tersebut adalah bagian dari skenario latihan PenanggulanganKeadaan Darurat (PKD) atau AirportEmergency Plan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Dari kejadiantersebut tercatat waktu tanggap darurat kurang dari 3 menit yang berarti waktu tanggap darurat ini sesuai dengan standaryang ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Latihan ini melibatkan 350 personil yang berasal dari Tim PertolonganKecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), Aviation Security (Avsec),Unit Pemadam Kebakaran Banjarbaru, BASARNAS, TNI AU Lanud Syamsuddin Noor,Polres dan Polsek Banjarbaru, Rindam, Kantor Kesehatan Pelabuhan, DinasKomunikasi dan Informasi Kota Banjarbaru, Rumah Sakit TNI AU dan lain-lain.
Dalam kesempatan tersebut,Operation Director PT.Angkasa Pura I (Persero) Yushan Sayuti, menjelaskan, Kegiatan PKDdilakukan di seluruh bandara PT Angkasa Pura I dan setidaknya dilakukan di limabandara setiap tahunnya. Harapan kami yaitu semua pihak, baik itu pengguna jasa bandara, airlines, konsesioner, dan lainsebagainya ikut berperan apabila kejadian gawat darurat sewaktu-waktu terjadi,.Yushan menambahkan, simulasi ini juga bertujuan untuk mempertahankan kecakapanpelaksanaan prosedur tanggap darurat penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor,mengingat pada tahun 2013 bandara ini melayani 3,88 juta penumpang dan 32 ribupergerakan pesawat.
Dasar pelaksanaan kegiatantercantum dalam dokumen Airport Security Program (ASP) dan Airport EmergencyPlan (AEP) sebagai acuan bilamana terjadi ancaman dan gangguan keamanan sertapenanggulangan kondisi darurat. Disebutkan didalamnya bahwa untuk bandara sipilbila terjadi ancaman dan gangguan maka ketua pelaksana oleh general manager bandarasetempat dan bilamana bandara inclavesipil (bandara militer namun difungsikan sebagai bandara sipil) maka ketuapelaksana dilakukan oleh pihak TNI. 
Kegiatan latihan PKDdi Bandara SyamsuddinNoor inimerupakan latihan Dirgantara Raharja ke-77 yang dilakukan oleh PT. Angkasa Pura I (Persero). Kegiatan inidimaksudkan juga untuk mengevaluasi efektifitas organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat di Bandara Syamsuddin Noor. Selain itu, latihan ini dimaksudkan pulauntuk mengujifungsi-fungsi komando, komunikasi dan koordinasi antar unit dan instansiterkait sesuai dengan prosedur PKD yang telah dibuat serta meningkatkan keterampilan personil.