en id

Berita

Bandara Syamsudin Noor Gelar Workshop Pemangku Kepentingan Utama Kalimantan Selatan

05 Oct 2016

kembali ke list


Banjarbaru - Bandara Syamsudin Noor menggelar Workshop Pemangku Kepentingan di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin pada 4 Oktober 2016. Bekerjasama dengan Prosval Consulting, acara ini membahas mengenai studi peran pemangku kepentingan terhadap keberhasilan penerapan Rencana Jangka Panjang Bandara Syamsudin Noor (RJPB).

Workshop yang berlangsung dari pukul 09.00 wita tersebut diantaranya bertujuan untuk memaparkan RJPB PT Angkasa Pura I kepada pemangku kepentingan utama, mendapatkan masukan dan dukungan, melakukan diskusi untuk mencari solusi terhadap kendala, tantangan, dan permasalahan yang ada, serta meningkatkan efektifitas kerjasama dan sinergi serta mendapatkan komitmen dari pemangku kepentingan utama untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan pengguna jasa Bandara Syamsudin Noor.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sabirin Noor menitipkan sambutan yang disampaikan oleh Penjabat Sekda Provinsi Kalsel, Harris Makkie menyampaikan "Gubernur Kalsel berterima kasih kepada PT Angkasa I yang selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang. Gubernur sangat gembira menyaksikan pemangku kepentingan berkumpul bersama memajukan Kalimantan Selatan," ungkapnya.

General Manager, Handy Heryudhitiawan membuka workshop dengan menjelaskan perkembangan trafik penerbangan dan potensi penyerapan SDM saat pembangunan bandara baru dimulai "Penerbangan kami naik 4% dari tahun 2011. Di tahun 2015 penumpang mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Artinya ini adalah iklim yang potensial untuk meningkatkan perekonomian di Kalsel. Untuk penyerapan tenaga kerja, kami butuh sekitar 2000 -2500 orang saat proyek pembangunan bandara baru berjalan. Kami akan prioritaskan masyarakat bandara yang memenuhi kualifikasi." Jelasnya. 

Senada dengan Handy Heryudhitiawan, Gunawan selaku penasehat RJPB PT Angkasa Pura I (Persero) menekankan "Forum ini adalah untuk menyingkronisasi rencana jangka panjang Bandara Syamsudin Noor dengan instansi-instansi terkait agar pembangunan bandara baru nantinya mampu mendorong kemajuan Kalsel." Ungkapnya.

Terkait nilai tambah atau manfaat bandara bagi pemangku kepentingan yang hadir diantaranya bagi Pemda dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja hingga kemudahan akses ke daerah. Bagi operator transportasi darat yakni peningkatan penumpang maupun barang, peluang usaha yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan. Yang tak kalah penting yakni manfaatnya bagi pariwisata dan perhotelan yang dapat mendorong peningkatan arus wisatawan, dan lain sebagainya.

"Kami akan adakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut dari workshop ini." Tutur Handy Heryudhitiawan.

Workshop yang berlangsung hingga pukul 16.30 wita tersebut dihadiri diantaranya oleh Pj Sekda Pemprov Kalsel, Walikota Banjarmasin, perwakilan Walikota Banjarbaru, Dishubkominfo, Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, perwakilan Danlanud Sjamsuddin Noor, Kepolisian Banjarmasin dan Banjarbaru, Pimpinan maskapai-maskapai yang beroperasi di Bandara Syamsudin Noor, anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), mitra kerja, mitra usaha, dan lain sebagainya. (Humas BDJ)