en id

Berita

BANDARA SYAMSUDIN NOOR MENJAWAB KEBUTUHAN PENGGUNA JASA DI TAHUN 2015

04 Jan 2016

kembali ke list


Banjarbaru, sebagai salah satu operator bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero), Bandara Syamsudin Noor tak henti-hentinya berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengguna jasanya. Hal ini terbukti dengan berbagai program yang berhasil dilaksanakan selama tahun 2015 serta akan terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya.

Menjawab Kebutuhan Kapasitas Terminal

Dimulai pada awal tahun 2015 tepatnya pada bulan Mei, dalam momentum 51 tahun usia PT Angkasa Pura I, telah dilaksanakan groundbreaking Bandara Syamsudin Noor tepatnya pada tanggal 18 Mei 2015. Hal ini mejawab kebutuhan akan kapasitas penumpang dari tahun 2014 yang telah mencapai 3,7 juta penumpang. Melalui pengembangan ini, kapasitas terminal akan meningkat menjadi 10 juta penumpang per tahun dengan luas terminal 125.000 m2 serta dilengkapi fasilitas modern seperti 5 aviobridge, 40 konter check in, dan lain sebagainya. Hingga bulan Desember 2015, PT Angkasa Pura I telah menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan beserta tambahannya kepada semua warga terkait sehingga pada triwulan pertama di tahun 2016 pengembangan bandara sudah dapat dimulai.

Kepemimpinan Baru Bandara Syamsudin Noor

Tepat pada tanggal 6 Mei 2015 kepemimpinan Bandara Syamsudin Noor berpindah dari General Manager Akhmad Munir menjadi Handy Heryudhitiawan yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Corporate Communication Department Head di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I. Momentum ini dimanfaatkan oleh manajemen untuk dapat semakin memacu berbagai inovasi pelayanan di Bandara Syamsudin Noor.

Penambahan Rute Baru ke Makassar

Maskapai yang beroperasi di Bandara Syamsudin Noor dengan rute baru adalah Kalstar Aviation Banjarmasin ke Makassar pada bulan April 2015. Meski hanya beroperasi kurang lebih dua bulan, namun sudah dapat melayani kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan yang kala itu masih tinggi.

Masa Kabut Asap Melanda Kalimantan Selatan

Kabut asap melanda Kalimantan Selatan sejak bulan Agustus hingga awal Oktober 2015 menyebabkan penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor mengalami penundaan dan menyebabkan operasional di Bandara Syamsudin Noor terganggu. Tercatat ada lebih dari 500 penerbangan yang mengalami penundaan. Berbagai uoaya pun telah dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa diantaranya melakukan pengecekan rutin oleh fire fighting di area parimeter atau pagar bandara hingga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk melakukan pemadaman percikan api di sekitar wilayah bandara.

Penerbangan Umroh Langsung dari Banjarmasin ke Jeddah

Tidak berhenti sampai di situ, guna menjawab kebutuhan masyarakat Kalsel khususnya umat muslim yang merupakan mayoritas di provinsi ini pada ahri selasa, 15 Desember Bandara Syamsudin Noor menggangdeng maskapai Lion Air membuka penerbangan umroh langsung dari Banjarmasin-Batam-Jeddah dan Madinah dengan pesawat tipe Airbus A330-300. Penerbangan langsung ini selain mempersingkat waktu tempuh menjadi 9 jam juga megurangi biaya.

Peningkatan Keamanan Bandara

Pada Maret 2015, Bandara Syamsudin Noor mendapat ancaman bom dari pihak yang mengatasnamakan ISIS pada pesawat Kalstar tujuan Sampit yang diterima dari pesan singkat kepada manajemen Kalstar di Jakarta. Isu tersebut ditambah dengan berbagai aksi pengeboman di wilayah Eropa pada bulan November ditindaklanjuti secara tegas Manajemen Bandara Syamsudin Noor dengan menggandeng TNI AU Sjamsudin Noor serta POLRI untuk menempatkan setidaknya 26 pesonilnya sejka tanggal 25 November hingga Desember di beberapa titik di terminal. Selain itu juga secara rutin menggelar rapat komite keamanan bandara yang anggotanya diantaranya airline, Air Navigation, kantor bea dan cukai, kantor imigrasi, dan lain sebagainya. Dalam hal fasilitas, Bandara Syamsudin Noor juga telah membuat double fencing/pagar ganda parimeter bandara untuk lebih meningkatkan keamanan bandara.

Pengoperasian Terminal Kedatangan Sementara

Sebagai antisipasi kurangnya kapasitas terminal di Bandara Syamsudin Noor saat ini tengah dibangun terminal kedatangan sementara sebelum pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang baru dibangun. Hal ini akan merubah flow penumpang di mana terminal eksisting saat ini akan digunakan sebagai terminal keberangkatan saja sehingga dapat mengurangi masalah kapasitas terminal. Terminal ini direncanakan sudah dapat dioperasikan mulai bulan Februari 2016.

Peningkatan Customer Satisfaction Index

Bandara Syamsudin Noor sangat memperhatikan pentingnya aspek pelayanan dalam penyelenggaraan jasa kebandarudaraan dengan selalu memonitor perkembangan kualitas pelayanan melalui pengukuran Customer Satisfaction Index atau tingkat kepuasan pengguna jasa. Pengukuran CSI ini dilaksanakan melalui survey dengan menggunakan kuesioner terhadap lima kelompok pelanggan yaitu penumpang, air crew, station manager, konsesioner, dan kargo. Hasilnya Bandara Syamsudin Noor mengalami peningkatan dari 3,93 menjadi 3,95 di tahun 2015 dengan interpretasi pengguna jasa merasa puas dengan pelayanan Bandara Syamsudin Noor.

Pergerakan Pesawat, Penumpang, & Kargo

Berbagai kendala yang muncul di tahun 2015 seperti kabut asap hingga lesunya usaha pertambangan menjadi salah satu penyebab penurunan pergerakan operasional bandara. Pergerakan pesawat dari tahun 2014 sebanyak 30.460 turun menjadi 26.486 (-13,05%) sedangkan penumpang turun dari 3.635.291 menjaodi 3.545.921 penumpang (-2,46%). Pergerakan kargo sendiri meningkat dari 20.784.875 kg menjadi 21.767.183 kg (4,73%). (humas)