en id

Berita

Proses Pembebasan Lahan Untuk Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Memasuki Babak Baru

19 Sep 2016

kembali ke list


Banjarbaru - Proses pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor memasuki babak perkembangan baru. Tepatnya tanggal 15 September 2016 telah dilaksanakan pemberian Aanmaning kepada para termohon eksekusi (pembebeasan lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor) digelar di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Banjarbaru.  

Aanmaning sendiri adalah peringatan atau teguran terhadap para termohon eksekusi pembebasan lahan pengembangan Bandara Syamsudin Noor untuk melaksanakan putusan pengadilan.  

General Manager Bandara Syamsudin Noor, Handy Heryudhitiawan mengatakan "Terima kasih yang sebesar-besarnya keapda seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan percepatan penyelesaian lahan pengembangan Bandara Syamsudin Noor diantaranya Kejaksaan Tinggi Kalsel, BPKP Prov Kalsel, Polda Prov Kalsel, Polres Kota Banjarbaru, Pemprov Kalsel, Pemkot Banjarbaru, Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru, dan pihak-pihak atau instansi lainnya." ujarnya.  

"Kami saat ini memasuki tahap-tahap akhir proses menuju pembangunan bandara baru sebelum proyek dilaksanakan oleh pemenang lelang, yang saat ini prosesnya masih berlangsung di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero)." tambahnya  

Pemberian Aanmaning (terguran) berjalan cukup lencar dengan dihadiri oleh para termohon eksekusi sebanyak 33 pemilik bidang lahan. Jumlag undangan yang dikirimlkan kepada pemilik lahan melalui juru sita Pengadilan Negeri yakni sebanyak 69 bidang. Pelaksanaan pemberian Aanmaning di Pengadilan Negeri Banjarbaru didukung oleh Tim Pengamanan dari Polda Kalsel dan Polres Banjarbaru.  

Aanmaning ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pemilik bidang lahan yang masuk dalam area pembebasan lahan Bandara Syamsudin Noor untuk segera mengambil uang ganti kerugian yang dititipkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero).  

"Kami berharap agar warga segera mengambil uang ganti kerugian dan mengosongkan lahan atau bangunan secara sukarela sehingga pembangunan bandara baru Syamsudin Noor yang kita harapkan bersama dapat segera terwujud." lanjut General Manager, Handy Heryudhitiawan.  

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pembangunan Bandara Syamsudin Noor adlaah untuk kepentingan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan karena merupakan pintu gerbang memasuki wilayah di Kalimantan Selatan, pembangunan bandara juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing daerah serta membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi.

Pemberian Aanmaning (teguran) dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru, Danardono, SH. (Humas BDJ)