en id

Berita

RAPAT KOORDINASI AIRPORT SECURITY COMMITTEE BANDARA SYAMSUDIN NOOR

12 May 2016

kembali ke list


Banjarbaru, sebanyak 26 instansi yang tergabung  dalam Airport Security Committee (ASC)  atau Komite Keamanan Bandara Syamsudin Noor memadati Ruang Rapat Kayuh Baimbai  pada Rabu, 11 Mei 2016. Dipimpin oleh Airport  Operation & Readiness Department Head,  Trubus Suharsono, kegiatan pertemuan yang bertujuan untuk mendistribusikan  dokumen ASC yang telah diperbaharui sekaligus menggali saran dan masukan untuk  peningkatan keamanan di lingkungan Bandara Syamsudin Noor ini berlangsung dari  pukul 09.00 hingga 11.30 WITA.

Dokumen ASC sendiri berisi tentang profil bandara,  langkah-langkah keamanan, penanggulangan tindakan melawan hukum, pendidikan dan  pelatihan, hingga program pengawasan internal.

Dalam sambutannya, Trubus Suharsono menyampaikan "  Dokumen program keamanan Bandara Syamsudin Noor ini sudah disahkan oleh  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan dinyatakan telah memenuhi standar  aturan nasional yang tertuang dalam UU nomor 1 Tahun 2009. " Ujarnya.

“Selanjutnya Bandara Syamsudin Noor wajib  melaksanakan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada program keamanan Bandara  Syamsudin Noor dan manual-manual pendukung yang sudah mendapatkan pengesahan. "  Lanjutnya

Susunan keanggotaan Komite Keamanan Bandara terdiri  dari Kepala Kantor Otoritas Bandara wilayah III sebagai Pembina, General  Manager Bandara Syamsudin Noor sebagai Ketua, Komandan Pangkalan TNI AU  Sjamsuddin Noor selaku wakil ketua, serta anggota yang terdiri atas LPPNI,  kepolisian, kantor imigrasi, Basarnas, BMKG, dan lain sebagainya.

Kaitannya dengan peningkatan keamanan bandara, Ari  Lutfhi selaku Airport Security Section  Head menjelaskan " Saat ini Bandara Syamsudin Noor sudah dilengkapi dengan sistem  pengamanan pagar, seperti  double  fencing. Dalam waktu dekat juga akan ditambahkan alat pendeteksi dini  berupa CCTV sehingga jika ada intruder  dapat langsung diketahui oleh petugas melalui control room. "  ungkapnya.

Manajemen membuka kesempatan bagi setiap anggota  untuk menyampaikan saran dan masukan. Sesi diskusi diawali oleh Perwakilan dari  TNI  AU Sjamsuddin Noor yang  memberi  masukan terkait keamanan di area lapangan TNI AU yang posisinya berada di sisi  apron bravo " Di area lapangan TNI AU banyak pengunjung, seakan bandara sudah  menjadi hiburan masyarakat sehingga perlu pengamanan lebih ketat terutama di  ujung apron bravo yang harus dipasang portal untuk pengamanan."  ujarnya

Senada dengan TNI AU, perwakilan KKP menyarankan " Kita perlu mengidentifikasi apakah dalam  dokumen juga mencantumkan tentang penanggulangan kesehatan mengingat Bandara  Syamsudin Noor melayani penerbangan Haji dan Umroh."  Katanya.

Begitu pula dengan Dinas Perhubungan Kalsel yang  mempertanyakan pengamanan bandara apabila pengangkutan material pembangunan  Bandara Internasional baru mulai dilaksanakan.

Menanggapi hal tersebut, Trubus Suharsono  menyampaikan bahwasannya manajemen sudah meminta persetujuan akses dukungan ke  masing-masing instansi mulai dari kepolisian dan pemerintahan untuk kemudian  diproses di Kantor Pusat, Jakarta.

Masukan dari seluruh instansi selanjutnya akan  dijadikan rekomendasi peningkatan program keamanan Bandara Syamsudin Noor. (humas bdj)